BAGIAN 1
SENI RUPA 2
Tujuan
Pembelajaran:
1) Menidentifikasi
gagasan dan teknik dalam karya seni kriya mancanegara dan karya seni rupa
terapan mancanegara
2) Menampilkan
sikap apresiatif atas keunikan gagasan teknik dalam karya seni kriya
mancanegara, dan karya seni rupa terapan mancanegara
3) Menggambar
teknik atau proyeksi
4) Merancang
dan membuat serta memamerkan karya seni kriya hasil karya sendiri dalam bentuk
pameran kelas atau sekolah.
1. MENGIDENTIFIKASI
KEUNIKAN GAGASAN DAN TEKNIK DALAM KARYA SENI KRIYA MANCANEGARA DAN KARYA SENI
RUPA TERAPAN
1.1. Keunikan
Gagasan dan teknik dalam karya seni kriya Mancanegara
Apa
yang kamu ketahui, tentang seni Kriya? Menurut
kamu, apakah fungsi terapan termasuk dalam seni kriya? Pada dasarnya, seni kriya adalah satu
cabang dari seni rupa dalam bentuk seni rupa terapan! Seni rupa terapan termasuk dalam seni
kriya. Karena
seni kriya adalah, suatu karya seni yang
memiliki fungsi pakai, hias, dan serta sebagai benda mainan! Dalam seni kriya, hal yang paling
menonjol adalah penekanan terhadap keterampilan teknik pembuatan karya dengan
karya: fungsional
dan non fungsional!
Karya fungsional yang seperti apa? Dan yang
fungsional? Karya
fungsional adalah
hasil karya berupa benda-benda yang dapat dipakai dalam kehidupan sehari-hari dan
bersifat praktis, misalnya parabot rumah tangga, gerabah, dan lain-lain. Karya
Nonfungsional, artinya
benda-benda yang dihasilkan tidak
mempunyai fungsi praktis dalam
kehidupan sehari-hari.
Lalu bagaimana fungsi pembentukan seni kriya?
Pada dasarnya, ada tiga fungsi utama dalam pembentukan
seni kriya:
a) Pertama, sebagai benda pakai artinya seni kriya
diciptakan berdasarkan fungsinya, keindahan sebagai pendukung saja.
b) Kedua, sebagai benda hias, artiya sebagai benda
hias dan pajangan
c) Dan yang ketiga, yaitu sebagai benda mainan, artiya seni kriya
dibuat sebagai alat permainan.
Perlu
diketahui bahwa, dalam seni kriya, memiliki teknik-teknik yang berbeda dalam
proses pembuatannya!
Berikut
beberapa teknik dalam produksi seni kriya: teknik
cor, teknik ukir, teknik anyam, teknik membatik dan teknik membentuk.
1) Teknik
Cor
Digunakan
dalam seni kriya logam. Sebagai contoh, karya seni
cor adalah: Perhiasan perak, Cawan
tembaga, Piala,
dan lain-lain.
2) Teknik
Ukir
Teknik
ukir, biasanya digunakan dalam seni kriya kayu. Contohnya terdapat dalam: Hasil karya meja ukir, Lemari ukir, dan lain-lain.
3) Teknik
Anyam
Dalam
teknik anyam, bahan-bahan yang digunakan adalah
medong, rami, bambu, tali, kulit, dan lain-lain. Contohnya terdapat
dalam: Anyaman
tikar, Anyaman Bambu, Anyaman Jaring.
4) Teknik
Membatik
Teknik
ini, biasanya digunakan dalam karya seni kriya tekstil. Ada beberapa teknik
dalam membatik, yaitu batik celup ikat, tulis, dan printing. Contohnya, ialah : Kain batik, Dan
topeng batik.
5) Teknik
Membentuk
Biasaya
digunakan dalam seni kriya tanah liat.
Teknik yang digunakan adalah coil, slap, pijat jari, putar, dan cetak.
Contohnya adalah:
Guci
kramik, Genteng bata, Gerabah,
dan tempayan.
Lalu bagaimana dengan seni kriya Mancanegara?
Perlu
diketahui bahwa seni kriya, mancanegara juga memiliki keunikan dan gagasan
tertentu, dan juga berbeda dengan kriya tradisional?
Mengapa,
bisa terjadi perbedaan? Hal
ini, terjadi karena perbedaan
lokasi tinggal, kepentingan
adat istiadat, bahan
baku, cara
pembuatan dan sebagainya.
Berikut contoh-contoh karya seni kriya Mancanegara:
1.2. Keunikan
Gagasan dan Teknik dalam Karya Seni Rupa Mancanegara
Dalam
karya seni rupa dapat disimpulkan bahwa seni rupa adalah sebuah cabang seni
yang membentuk karya seni dengan media yang dapat ditangkap oleh : mata dan
dirasakan dengan indera peraba: Tangan
Bagaimana dengan fungsi seni rupa?
Tentunya
seni rupa berfungsi untuk memenuhi
tujuan tertentu dalam kehidupan manusia atau hanya sebagai alat pemenuhan
kebutuhan estetiknya (keindahan). Karena fungsinya untuk memenuhi tujuan
tertentu dalam kehidupan manusia, maka tujuan dari seni rupa dapat dikelompokan
menjadi:
1. Seni
rupa murni
2. Seni
Kriya
3. Desain
Penekanan pada seni rupa murni
Lebih
menekankan pada ungkapan pikiran dan perasan! Adapun karya seni yang termasuk dalam seni rupa murni
antara lain
Lalu, penekanan seni Kriya?
Seni kriya, menekankan pada keterampilan teknik
pembuatan karya, dengan karya fungsional dan nonfungsional sebagai hasilnya.
Bagimana dengan Desain?
Desain
sendiri lebih menekanan pada rancangan benda, gambar, dan lingkungan yang
didasarkan pada syarat-syarat tertentu. Adapun
yang termasuk desain antara lain:
Karya seni juga memiliki fungsi-fungsi
tertentu dalam kehidupan!
Karya
seni ternyata juga sebagai media atau aktualisasi diri. Kalau dia merupakan media, lalu apa yang dimaksud dengan media dalam hal ini?
Media adalah,
1) Sebagai
media ekspresi
2) Sebagai
media komunikasi
3) Media
rekreasi
4) Sebagai
media terapi
Sebagai Media Ekspresi
Bearti,
sebagai sarana untuk meyampaikan ide dan gagasan, serta kehendak dari seniman
melalui penciptaan.
Sebagai
Media Komunikasi
Artinya,
melalui karya seni rupa tersebut seniman
dapat menyampaikan informasi mengenai buah pikiran, perasaan, ide, dan
harapan-harapannya kepad publik.
Sebagai
Media Rekreasi
Artinya
seni rupa memberikan perasaan berupa
kesenangan, dan kepuasan baik kepada penikmat seni dalam hal ini khalayak
ramai, juga kepada sang seniman itu sendiri.
Sebagai
Media Terapi
Melalui
penciptaan suatu karya seni, seseorang mendapat sarana untuk menyalurkan segala
macam perasaan yang ada dalam dirinya. Artinya, apa? Melalui karya seni, seseorang bisa
menyalurkan endapan jiwa dan hasrat di dalam diri, sehingga keseimbangan
batinah dalam dirinya tetap selalu
terjaga (normal).
Lalu,
apa kontribusi
seni rupa mancanegara bagi perkembangan seni rupa di Indonesia?
Dalam
karya seni rupa yang berkembang di mancanegara, khususnya di Eropa, terdapat
aliran-aliran seni rupa yang berkembang. Aliran-aliran
tersebut, yang nantinya berdampak atau saling mempengaruhi perkembangan seni rupa di
Indonesia. Aliran-aliran
yang ada, ternyata juga mempunyai keunikan ide, dan ciri khas teknik yang
membedakannya dari yang satu ke yang lainnya.
Aliran-aliran
inilah yang nantinya banyak diadopsi atau sebagai patokan oleh para seniman di Indonesia. Berikut
Aliran-aliran seni rupa Mancanegara:
1) Aliran
Primitivisme
2) Aliran
Naturalisme
3) Aliran
Realisme
4) Aliran
Impresionisme
5) Aliran
Ekspresionisme
6) Aliran
Kubisme
7) Surealisme
8) Abstraksionisme
2. SIKAP APRESIATIF TERHADAP
KEUNIKAN GAGASAN DAN TEKNIK DALAM KARYA SENI KRIYA MANCANEGARA DAN KARYA SENI
RUPA TERAPAN MANCANEGARA
Karya
seni rupa dan seni kriya adalah hasil interprestasi dan tanggapan manusia dalam
bentuk visual dan rabaan! Seni biasanya berperan dan dipakai untuk tujuan
tertentu dalam hidup manusia atau hanya sarana estetik belaka.
Dalam menunjukkan apresiasi terhadap seni kriya
mancanegara perlu memperhatikan.
Makna yang terkandung di dalam
suatu karya seni. Karena
karya seni merupakan bentuk ungkapan atau ekspresi dari seorang seniman yang
memiliki estetika dalam responnya terhadap suatu hal. Maka bentuk karya dan nilai atau makna
yang dikandungnya tidak dapat
dipisahkan.
Dalam
menilai suatu karya seni kriya seseorang HARUS memahami proses seni rupa secara utuh. Prosesnya berupa: Pengamatan, PenghayatanPengalaman membuat. Dengan proses tersebut, maka akan menimbulkan rasa empati, serta rasa
kagum. Dengan demikian maka seseorang akan dapat menghargai suatu karya seni.
Proses
Apresiasi memuat pandangan sebagai berikut:
1. Karya
seni kriya pada umumnya memiliki nilai seni yang berbeda-beda.
2. Seseorang
hendaknya haarus
memperhatikan hal-hal
yang merupakan apresiasi dari karya seni rupa.
3. Hal-hal
tersebut yaitu: Prinsip seni, Fungsi seni, dan Unsur seninya
Langkah-langkah
dalam proses mengapresiasi suatu karya seni terbagi menjadi beberapa langkah diantaranya:
a) Presepsi
Merupakan suatu proses
menginterprestasi atau menafsirkan informasi yang diperoleh melalui sisten
indra manusia.
b) Interprestasi
Pemberian kesan, pendapat, atau
pandangan teoritis terhadap sesuatu.
c) Pengambilan keputusan
Telah menemukan atau menghasilkan suatu pilihan yang bersifat pinal.
SEDANGKAN
PRINSIP SENI ,TERDIRI DARI DUA HAL
1.
Komposisi
Adalah susunan, atau tata susunan (warna, garis, dan
bidang) untuk mencapai kesatuan yang haromonis. Dalam karya seni rupa dikenal dua jenis unsur yaitu
unsur fisik dan non fisik. Unsur fisik dapat secara
langsung dilihat dan atau diraba. Unsur non
fisik digunakan untuk menempatkan unsur-unsur fisik
dalam sebuah karya seni.
Unsur Seni Rupa Unsur-unsur pokok antara lain: garis, raut, ruang, tekstur, warna, gelap, terang. Seseorang yang menyusun unsur-unsur tersebut berarti
ia menciptakan bentuk atau desain.
a) Garis
(Line)
Garis adalah unsur fisik
yang mendasar dan penting dalam mewujudkan sebuah karya seni rupa. Garis memiliki dimensi
memanjang dan mempunyai arah serta sifat-sifat khusus seperti: Pendek,
Panjang,
Lurus,
Melengkung,
Berombak dan seterusnya Garis dapat juga digunakan untuk mengkomunikasikan
gagasan dan mengekspresikan diri. Misalnya: Garis tebal tegak lurus misalnya,
dapat memberi kesan kuat dan tegas. Sedangkan
garis tipis melengkung, memberi kesan lemah.
b) Raut (Bidang dan Bentuk)
Raut merupakan potongan atau wujud dari suatu objek. Istilah ”bidang” umumnya digunakan untuk menunjuk
wujud benda yang cenderung pipih atau datar sedangkan ”bangun” atau ”bentuk” lebih menunjukkan
kepada wujud benda yang memiliki volume (mass).
c) Ruang
Unsur ruang dalam sebuah karya seni rupa menunjukan
kesan dimensi dari obyek yang terdapat pada karya seni rupa tersebut. Unsur ruang pada karya seni rupa hanya menunjukan
ukuran (dimensi)
d) Tekstur
Tekstur adalah unsur rupa yang menunjukkan kualitas dari suatu permukaan atau penggambaran
struktur permukaan suatu objek pada karya seni rupa. Berdasarkan wujudnya, tekstur dibedakan atas tekstur
asli dan tekstur buatan. Tekstur asli adalah perbedaan ketinggian permukaan
objek yang nyata dan dapat diraba. Tekstur buatan
adalah kesan permukaan objek yang timbul pada suatu bidang karena pengolahan
unsur garis,
warna, ruang, terang-gelap dsb.
e) Warna
Warna pada dasarnya merupakan kesan yang ditimbulkan
akibat pantulan cahaya yang mengenai permukaan suatu benda. Menurut
teori warna Brewster, semua warna yang ada berasal dari tiga warna pokok
(primer) yaitu merah, kuning dan biru.
Dalam karya seni rupa terdapat penggunaan warna,
yaitu harmonis, heraldis dan murni.Penggunaan warna disebut harmonis jika
penerapannya sesuai dengan kenyataan sebenarnya. Penggunaan
warna secara heraldis atau simbolis adalah pengunaan warna untuk menunjukkan
tanda atau simbol tertentu. Penggunaan warna secara murni adalah penerapan warna
yang tidak terikat pada kenyataan objek atau simbol tertentu.
Dalam pewarnaan sebuah karya
seni dikenal juga istilah polikromatik dan
monokromatik. Pewarnaan secara monokromatik menunjukkan kecenderungan penggunaan satu
jenis warna. Sedangkan
polikromatik menunjukkan penggunaan lebih dari satu jenis warna.
f) Gelap-Terang
Unsur gelap terang pada karya
seni rupa timbul karena adanya perbedaan
intensitas cahaya yang jatuh pada permukaan benda.
Komposisi dapat dilakukan dengan
memperlihatkan prinsip-prinsip:
1) Keseimbangan
(balance)
Adalah penyusunan unsur-unsur yang berbeda atau
berlawanan tetapi memiliki keterpaduan dan saling mengisi atau menyeimbangkan.
2) Kesatuan
(unity)
Dalam karya seni rupa menunjukkan keterpaduan
berbagai unsur (fisik dan non fisik) dengan karakter yang berbeda dalam sebuah
karya. Unsur yang berpadu dan saling mangisi akan mendukung terwujudnya karya
seni yang indah.
3) Irama (rhythm)
Dalam seni rupa, irama merupakan kesan gerak yang
timbul dari penyusunan atau perpaduan unsur-unsur seni dalam sebuah komposisi.
Kesan gerak dalam irama tersebut
dapat bersifat harmoni dan kontras, pengulangan (repetisi) atau variasi.
3. MEMMBUAT KARYA SENI KRIYA DAN SENI RUPA
Dalam proses merancang sebuah karya seni, perlu
membentuk gagasan berupa menggambar, mencatat, mengobservasi,
berekperimen, membuat sketsa, dan menyelidiki gambar-gambar atau bentuk
lain.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar