Rabu, 04 Maret 2015

BAGIAN I SENI RUPA 2


BAGIAN 1
SENI RUPA 2


Tujuan Pembelajaran:
1)  Menidentifikasi gagasan dan teknik dalam karya seni kriya mancanegara dan karya seni rupa terapan mancanegara
2)  Menampilkan sikap apresiatif atas keunikan gagasan teknik dalam karya seni kriya mancanegara, dan karya seni rupa terapan mancanegara
3)  Menggambar teknik atau proyeksi
4)  Merancang dan membuat serta memamerkan karya seni kriya hasil karya sendiri dalam bentuk pameran  kelas atau sekolah.



1.  MENGIDENTIFIKASI KEUNIKAN GAGASAN DAN TEKNIK DALAM KARYA SENI KRIYA MANCANEGARA DAN KARYA SENI RUPA TERAPAN

1.1. Keunikan Gagasan dan teknik dalam karya seni kriya Mancanegara
Apa yang kamu ketahui, tentang seni Kriya? Menurut kamu, apakah fungsi terapan termasuk dalam seni kriya? Pada dasarnya, seni kriya adalah satu cabang dari seni rupa dalam bentuk seni rupa terapan! Seni rupa terapan termasuk dalam seni kriya. Karena seni kriya adalah, suatu karya seni yang  memiliki fungsi pakai, hias, dan serta sebagai benda mainan! Dalam seni kriya, hal yang paling menonjol adalah penekanan terhadap keterampilan teknik pembuatan karya dengan karya: fungsional dan non fungsional!
Karya fungsional yang seperti apa? Dan yang fungsional? Karya fungsional adalah hasil karya berupa benda-benda yang dapat dipakai dalam kehidupan sehari-hari dan bersifat praktis, misalnya parabot rumah tangga, gerabah, dan lain-lain. Karya Nonfungsional, artinya benda-benda  yang dihasilkan tidak mempunyai  fungsi praktis dalam kehidupan sehari-hari.
Lalu bagaimana fungsi pembentukan seni kriya?
Pada dasarnya, ada tiga fungsi utama dalam pembentukan seni kriya:
a)  Pertama, sebagai benda pakai artinya seni kriya diciptakan berdasarkan fungsinya, keindahan sebagai pendukung saja.
b)  Kedua, sebagai benda hias, artiya sebagai benda hias dan pajangan
c)   Dan yang ketiga, yaitu sebagai benda mainan, artiya seni kriya dibuat sebagai alat permainan.
Perlu diketahui bahwa, dalam seni kriya, memiliki teknik-teknik yang berbeda dalam proses pembuatannya!
Berikut beberapa teknik dalam produksi seni kriya: teknik cor, teknik ukir, teknik anyam, teknik membatik dan teknik membentuk.


1)  Teknik Cor
Digunakan dalam seni kriya logam.  Sebagai contoh, karya seni cor adalah: Perhiasan perak, Cawan tembaga, Piala, dan lain-lain.
2)  Teknik Ukir
Teknik ukir, biasanya digunakan dalam seni kriya kayu. Contohnya terdapat dalam: Hasil karya meja ukir, Lemari ukir, dan lain-lain.
3)  Teknik Anyam
Dalam teknik anyam, bahan-bahan yang digunakan adalah  medong, rami, bambu, tali, kulit, dan lain-lain. Contohnya terdapat dalam: Anyaman tikar, Anyaman Bambu, Anyaman Jaring.
4)  Teknik Membatik
Teknik ini, biasanya digunakan dalam karya seni kriya tekstil. Ada beberapa teknik dalam membatik, yaitu batik celup ikat, tulis, dan printing. Contohnya, ialah : Kain batik,  Dan topeng batik.
5)  Teknik Membentuk
Biasaya digunakan dalam  seni kriya tanah liat. Teknik yang digunakan adalah coil, slap, pijat jari, putar, dan cetak. Contohnya adalah: Guci kramik, Genteng bata, Gerabah, dan tempayan.

Lalu bagaimana dengan seni kriya Mancanegara?
Perlu diketahui bahwa seni kriya, mancanegara juga memiliki keunikan dan gagasan tertentu, dan juga berbeda dengan kriya tradisional?
Mengapa, bisa terjadi perbedaan? Hal ini, terjadi karena perbedaan lokasi tinggal, kepentingan adat istiadat, bahan baku, cara pembuatan dan sebagainya.
Berikut contoh-contoh karya seni kriya Mancanegara:

1.2. Keunikan Gagasan dan Teknik dalam Karya Seni Rupa Mancanegara
Dalam karya seni rupa dapat disimpulkan bahwa seni rupa adalah sebuah cabang seni yang membentuk karya seni dengan media yang dapat ditangkap oleh : mata dan dirasakan dengan indera peraba: Tangan
             
Bagaimana dengan fungsi seni rupa?
Tentunya seni rupa berfungsi untuk memenuhi tujuan tertentu dalam kehidupan manusia atau hanya sebagai alat pemenuhan kebutuhan estetiknya (keindahan). Karena fungsinya untuk memenuhi tujuan tertentu dalam kehidupan manusia, maka tujuan dari seni rupa dapat dikelompokan menjadi:
1.   Seni rupa murni
2.   Seni Kriya
3.   Desain

Penekanan pada seni rupa murni
Lebih menekankan pada ungkapan pikiran dan perasan! Adapun karya seni yang termasuk dalam seni rupa murni antara lain
    
Lalu, penekanan seni Kriya?
Seni kriya, menekankan pada keterampilan teknik pembuatan karya, dengan karya fungsional dan nonfungsional sebagai hasilnya.       

Bagimana dengan Desain?
Desain sendiri lebih menekanan pada rancangan benda, gambar, dan lingkungan yang didasarkan pada syarat-syarat tertentu. Adapun yang termasuk desain antara lain:

Karya seni juga memiliki fungsi-fungsi tertentu dalam kehidupan!
Karya seni ternyata juga sebagai media atau aktualisasi diri. Kalau  dia merupakan media, lalu apa yang dimaksud dengan media dalam hal ini?
Media adalah,
1)  Sebagai media ekspresi
2)  Sebagai media komunikasi
3)  Media rekreasi
4)  Sebagai media terapi

 Sebagai Media Ekspresi
Bearti, sebagai sarana untuk meyampaikan ide dan gagasan, serta kehendak dari seniman melalui penciptaan.
Sebagai Media Komunikasi
Artinya, melalui karya seni rupa tersebut  seniman dapat menyampaikan informasi mengenai buah pikiran, perasaan, ide, dan harapan-harapannya kepad publik.
Sebagai Media Rekreasi
Artinya seni rupa memberikan perasaan  berupa kesenangan, dan kepuasan baik kepada penikmat seni dalam hal ini khalayak ramai, juga kepada sang seniman itu sendiri.
Sebagai Media Terapi
Melalui penciptaan suatu karya seni, seseorang mendapat sarana untuk menyalurkan segala macam perasaan yang ada dalam dirinya. Artinya, apa? Melalui karya seni, seseorang bisa menyalurkan endapan jiwa dan hasrat di dalam diri, sehingga keseimbangan batinah dalam dirinya tetap  selalu terjaga (normal).

Lalu, apa kontribusi seni rupa mancanegara bagi perkembangan seni rupa di Indonesia?
Dalam karya seni rupa yang berkembang di mancanegara, khususnya di Eropa, terdapat aliran-aliran seni rupa yang berkembang. Aliran-aliran tersebut, yang nantinya berdampak atau saling mempengaruhi perkembangan seni rupa di Indonesia. Aliran-aliran yang ada, ternyata juga mempunyai keunikan ide, dan ciri khas teknik yang membedakannya dari yang satu ke yang lainnya.
Aliran-aliran inilah yang nantinya banyak diadopsi atau sebagai patokan oleh para seniman di Indonesia. Berikut Aliran-aliran seni rupa Mancanegara:
1)  Aliran Primitivisme
2)  Aliran Naturalisme
3)  Aliran Realisme
4)  Aliran Impresionisme
5)  Aliran Ekspresionisme
6)  Aliran Kubisme
7)  Surealisme
8)  Abstraksionisme

2. SIKAP APRESIATIF TERHADAP KEUNIKAN GAGASAN DAN TEKNIK DALAM KARYA SENI KRIYA MANCANEGARA DAN KARYA SENI RUPA TERAPAN  MANCANEGARA
Karya seni rupa dan seni kriya adalah hasil interprestasi dan tanggapan manusia dalam bentuk visual dan rabaan!  Seni  biasanya berperan dan dipakai untuk tujuan tertentu dalam hidup manusia atau hanya sarana estetik belaka.
Dalam menunjukkan apresiasi terhadap seni kriya mancanegara perlu memperhatikan.
Makna yang terkandung di dalam suatu karya seni. Karena karya seni merupakan bentuk ungkapan atau ekspresi dari seorang seniman yang memiliki estetika dalam responnya terhadap suatu hal. Maka bentuk karya dan nilai atau makna yang dikandungnya tidak dapat dipisahkan.
Dalam menilai suatu karya seni kriya seseorang HARUS memahami proses seni rupa secara utuh. Prosesnya berupa: Pengamatan, PenghayatanPengalaman membuat. Dengan proses tersebut, maka akan menimbulkan rasa empati, serta rasa kagum. Dengan demikian maka seseorang akan dapat menghargai suatu karya seni.
Proses Apresiasi memuat pandangan sebagai berikut:
1.   Karya seni kriya pada umumnya memiliki nilai seni yang berbeda-beda.
2.   Seseorang hendaknya haarus memperhatikan hal-hal yang merupakan apresiasi dari karya seni rupa.
3.   Hal-hal tersebut yaitu: Prinsip seni, Fungsi seni, dan Unsur seninya

Langkah-langkah dalam proses mengapresiasi suatu karya seni terbagi menjadi beberapa langkah diantaranya:
a)  Presepsi
Merupakan suatu proses menginterprestasi atau menafsirkan informasi yang diperoleh melalui sisten indra manusia.
b)  Interprestasi
Pemberian kesan, pendapat, atau pandangan teoritis terhadap sesuatu.
c)  Pengambilan keputusan
Telah menemukan atau menghasilkan suatu pilihan  yang bersifat pinal.

SEDANGKAN PRINSIP SENI ,TERDIRI DARI DUA HAL
1.   Komposisi
Adalah susunan, atau tata susunan (warna, garis, dan bidang) untuk mencapai kesatuan yang haromonis. Dalam karya seni rupa dikenal dua jenis unsur yaitu unsur fisik dan non fisik. Unsur fisik dapat secara langsung dilihat dan atau diraba. Unsur non fisik digunakan untuk menempatkan unsur-unsur fisik dalam sebuah karya seni.
Unsur Seni Rupa Unsur-unsur pokok antara lain: garis, raut, ruang, tekstur, warna, gelap, terang. Seseorang yang menyusun unsur-unsur tersebut berarti ia menciptakan bentuk atau desain.

a)  Garis (Line)
Garis adalah unsur fisik yang mendasar dan penting dalam mewujudkan sebuah karya seni rupa. Garis memiliki dimensi memanjang dan mempunyai arah serta sifat-sifat khusus seperti: Pendek, Panjang, Lurus, Melengkung, Berombak dan seterusnya Garis dapat juga digunakan untuk mengkomunikasikan gagasan dan mengekspresikan diri. Misalnya: Garis tebal tegak lurus misalnya, dapat memberi kesan kuat dan tegas. Sedangkan garis tipis melengkung, memberi kesan lemah.
b)  Raut (Bidang dan Bentuk)
Raut merupakan potongan atau wujud dari suatu objek. Istilah ”bidang” umumnya digunakan untuk menunjuk wujud benda yang cenderung pipih atau datar sedangkan ”bangun” atau ”bentuk” lebih menunjukkan kepada wujud benda yang memiliki volume (mass).
c)  Ruang
Unsur ruang dalam sebuah karya seni rupa menunjukan kesan dimensi dari obyek yang terdapat pada karya seni rupa tersebut. Unsur ruang pada karya seni rupa hanya menunjukan ukuran (dimensi)
d)  Tekstur
Tekstur adalah unsur rupa yang menunjukkan kualitas dari suatu permukaan atau penggambaran struktur permukaan suatu objek pada karya seni rupa. Berdasarkan wujudnya, tekstur dibedakan atas tekstur asli dan tekstur buatan. Tekstur asli adalah perbedaan ketinggian permukaan objek yang nyata dan dapat diraba. Tekstur buatan adalah kesan permukaan objek yang timbul pada suatu bidang karena pengolahan unsur garis, warna, ruang, terang-gelap dsb.
e)  Warna
Warna pada dasarnya merupakan kesan yang ditimbulkan akibat pantulan cahaya yang mengenai permukaan suatu benda.  Menurut teori warna Brewster, semua warna yang ada berasal dari tiga warna pokok (primer) yaitu merah, kuning dan biru.  
Dalam karya seni rupa terdapat penggunaan warna, yaitu harmonis, heraldis dan murni.Penggunaan warna disebut harmonis jika penerapannya sesuai dengan kenyataan sebenarnya. Penggunaan warna secara heraldis atau simbolis adalah pengunaan warna untuk menunjukkan tanda atau simbol tertentu. Penggunaan warna secara murni adalah penerapan warna yang tidak terikat pada kenyataan objek atau simbol tertentu.
Dalam pewarnaan sebuah karya seni dikenal juga istilah polikromatik dan monokromatik. Pewarnaan secara monokromatik menunjukkan kecenderungan penggunaan satu jenis warna. Sedangkan polikromatik menunjukkan penggunaan lebih dari satu jenis warna.
f)   Gelap-Terang
Unsur gelap terang pada karya seni rupa timbul karena adanya perbedaan intensitas cahaya yang jatuh pada permukaan benda.

Komposisi dapat dilakukan dengan memperlihatkan prinsip-prinsip:
1)  Keseimbangan (balance)
            Adalah penyusunan unsur-unsur yang berbeda atau berlawanan tetapi memiliki keterpaduan dan saling mengisi atau menyeimbangkan.
2)  Kesatuan (unity)
Dalam karya seni rupa menunjukkan keterpaduan berbagai unsur (fisik dan non fisik) dengan karakter yang berbeda dalam sebuah karya. Unsur yang berpadu dan saling mangisi akan mendukung terwujudnya karya seni yang indah.
3)  Irama (rhythm)
Dalam seni rupa, irama merupakan kesan gerak yang timbul dari penyusunan atau perpaduan unsur-unsur seni dalam sebuah komposisi. Kesan gerak dalam irama tersebut dapat bersifat harmoni dan kontras, pengulangan (repetisi) atau variasi.

         3. MEMMBUAT KARYA SENI KRIYA DAN SENI RUPA 
       Dalam proses merancang sebuah karya seni, perlu membentuk gagasan berupa menggambar, mencatat, mengobservasi, berekperimen, membuat sketsa, dan menyelidiki gambar-gambar atau bentuk lain.










Tidak ada komentar:

Posting Komentar